MMM's "Everything is Possible"

… … … life trail of a wanderer

Candi Borobudur

Borobudur

Borobudur

Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.

Borobudur

Kata borobudur berasal dari ucapan “para Buddha” yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata “bara” dan “beduhur”. Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah “tinggi”, atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti “di atas”. Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.

Borobudur

Pendiri Borobudur adalah raja dari dinasti Syailendra bernama Samaratungga sekitar 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad.

Borobudur

Candi Borobudur berbentuk punden berundak, yang terdiri dari enam tingkat berbentuk bujur sangkar, tiga tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar di semua tingkat-tingkatannya beberapa stupa.

Borobudur

Borobudur yang bertingkat sepuluh menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana. bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.

Borobudur

Struktur Borobudur tidak memakai semen sama sekali, melainkan sistem interlock yaitu seperti balok-balok ‘Lego’ yang bisa menempel tanpa lem.

Dalam tahun 1991, Borobudur ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO, dan adalah merupakan monument Buddha yang terbesar di dunia.

Borobudur

Waisak
Upacara Waisak dirayakan sekali dalam setahun pada bulan Mei atau Juni disaat Bulan Purnama. Waisak merupakan perayaan akan Kelahiran, Kematian dan Pencapaian Kebajikan Tertingi dan menjadi Buddha. Upacara tersebut diawali pelaksanannya di Candi Mendut yang terletak kira-kira 3 km dari Borobudur (dijalan arah Jogja), dengan diikuti oleh ribuan umat Buddha dari seluruh penjuru di Indonesia. Hari berikutnya umat Buddha melakukan prosesi dengan berjalan kaki dari Candi Mendut, melewati Candi Pawon dan berakhir di candi Borobudur dimana seluruh rangkaian upacara berikutnya telah dipersiapkan.

Borobudur

Kesungguhan para pedagang untuk meraih hasil jualan kekadang memberi suasana kurang selesa kepada parawisata.  Hati-hatilah ketika anda keluar dari candi, anda akan dikerumuni oleh para pedagang.  Mereka akan bersama anda sehingga melewati warung-warung jualan atau sehingga anda sudah membeli dagangan mereka.

Borobudur

Tapi bagaimana pula dengan musisi jalanan ini.  Apakah mereka bisa menghiburkan anda?

mamadou

6 responses to “Candi Borobudur

  1. thioo June 30, 2010 at 9:02 am

    bnrn nie, g da yg salah ama nama nama yg brsgkutn dg borobudur

  2. adek October 25, 2009 at 1:13 pm

    Kadang ada kepercayaan atau mitos di sekitar Candi. Itu yang saya dapatkan ketika berkeliling melihat berbagai candi di sekitar Jateng dan sekitarnya. Perlu dilestarikan oleh para generasi muda sebagai kekayaan budaya Indonesia. Khusus untuk Borobudur, ternyata pelru waktu dan stamina untuk mendokumentasikan sejarah dan cerita di balik relief dari tingkat bawah ke tingkat atasnya🙂

  3. mamadou June 9, 2008 at 9:34 am

    Assalamu’alaikum Tok Asid

    Terima kasih kerana sudi melawat blog saya. Ketika gempa berlaku saya baru satu hari pulang dari Indonesia. Ramai yang sangka saya masih disana jadi keluarga menerima banyak panggilan. Ya memang di akui mereka agak peramah, mudah mesra, bisa membantu dan juga bisa bercanda.
    Selamat datang kembali.

  4. tokasid June 9, 2008 at 3:20 am

    Salam Mamadou:

    Entries about Jogja mengembalikan ingatan saya bersama isteri dan anak ke sana 2 tahun lalu( seminggu selepas saya pulang berlaku gempa di sana).

    Jogja is a very cultured region. saya cukup kagum.Pengalaman beberapa hari di sana mendapati org2nya ramah dan mesra.Di mailoboro jugak tidak ada ‘gangguan’ seperti di Medan.

    Thanks .

  5. mamadou June 8, 2008 at 5:07 pm

    Assalamu’alaikum Ayoh Awi

    Maaf ya Ayoh Awi, saya pun dah lupa nama hotelnya tidak ternama letaknya dijalan kearah Borobodour agak jauh dari Kota Jogja. Hotelnya tanpa restoran. Catatannya ada diKL. Jika Ayoh Awi mahu kesana di Jalan Malioboro ditengah kota Jogja itu memang banyak hotel dari jenis backpacker hingga 5 bintang. DiJalan Malioboro ini pusat wisataan jadi masalah transportasi dan makan tidak menjadi halangan

  6. Zawi June 8, 2008 at 1:12 pm

    Mad,
    Saya belum lagi ke Jogja jadi belum lah melihat Borobudur. Isteri saya teringin sekali nak kesana. Masa di Jogja Mad tingal di hotel mana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: