MMM’s “Everything is Possible”

… … … life trail of a wanderer

Yogyakarta

Saya berangkat ke Jogja yang berjarak lebih 600 km from Jakarta pada hari libur HUT RI bersama teman-teman dengan mobil kijang.  Perjalanan lewat jalan tol Jakarta-Cikampek, Bandung, Tasik Malaya langsung ke Jogja ini mengambil masa kurang lebih 12 jam.  Dalam perjalanan terlihat beberapa peristiwa dan pemandangan yang indah.

 

Yogyakarta     Yogyakarta

Sempena HUT RI ada acara terlihat disepanjang perjalanan.  Antaranya acara panjat pohon pinang. Inilah hadiah yang ditawarkan jika anda bisa memanjat sampai kepuncak pohon pinang itu.  Lumayan deh.

 

Sesudah usai solat zohor di sebuah masjid di daerah Tasik Malaya, suasana disini amat indah dengan udara yang dingin.  Kami meneruskan perjalanan ke Jogja.  Dalam perjalanan, kami singgah di warung ditepi jalan untuk minum dawet sambil menikmati pemandangan hijau sawah padi.

 

Yogyakarta  Yogyakarta 

Indahnya kehijauan sawah seluas mata memandang

 

Yogyakarta

Tampak juga keretapi menuju ke Jogja merentasi kehijauan alam.

 

Daerah Istimewa Yogyakarta (Yogyakarta) dan seringkali disingkat DIY adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah di sebelah utara. Secara geografis Yogyakarta terletak di pulau Jawa bagian Tengah.  Daerah tersebut terkena bencana gempa pada tanggal 27 Mei 2006 yang mengakibatkan 1,2 juta orang tidak memiliki rumah. DIY mempunyai jumlah penduduk 4,364,000 jiwa dengan keluasan 3,185.80km persegi.

 

Kota Yogyakarta (nama lain: Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta) adalah sebuah kota besar di Indonesia.  Jumlah penduduk Kota Yogyakarta ialah 511,744 jiwa.  Kota ini pernah menjadi ibu kota Indonesia dan adalah ibu kota Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Pangeran Pakualam.

 

Yogyakarta

Bapak ‘Bupati’ ini sudah kekenyangan makan gudeg, maka naik becak dia

 

Makanan khas kota ini adalah gudeg.  Oleh itu Kota Yogyakarta dijuluki sebagai Kota Gudeg

 

Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, karena hampir 20% penduduk produktifnya adalah pelajar dan terdapat 137 perguruan tinggi.  Jogja adalah kota yang diwarnai pelajar dan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Antara perguruan tinggi yang terdapat disini adalah Universitas Negeri Yogyakarta, Institut Seni Indonesia, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Universitas negeri tertua di Indonesia, Universitas Gadjah Mada (UGM) juga berada disini.

 

Yogyakarta pernah menjadi pusat kerajaan Mataram antara tahun 1575-1640. Sampai sekarang Kraton (Istana) masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya.

 

Museum Keraton

Keraton Yogyakarta yang terletak di tengah kota Yogyakarta ini memiliki beberapa museum, yaitu Museum Lukisan, Museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Museum Kereta, dan Museum Batik. Di samping itu, hampir seluruh bagian kraton digunakan sebagai tempat penyimpanan benda-benda budaya bernilai, termasuk replikanya. Di kompleks Pagelaran, misalnya, diperagakan berbagai pakaian prajurit dan pakaian adat keluarga keraton.

 

Yogyakarta

Kareta Kyai Garuda Yeksa

 

Yogyakarta

Kareta Kyai Wimono Putro

 

Yogyakarta    Yogyakarta

Hiasan bersalut emas dan lampu untuk berjalan malam

 

Yogyakarta

Kareta Kyai Noto Puro

 

Yogyakarta

Sebagian dari kompleks kraton

 

Yogyakarta     Yogyakarta

Seni dan kretivitas yang bisa terlihat di Jogja

 

Selain warisan budaya, Yogyakarta memiliki panorama alam yang indah. Hamparan sawah nan hijau menyelimuti daerah pinggiran dengan Gunung Merapi tampak sebagai latar belakangnya. Pantai-pantai yang masih alami dengan mudah ditemukan di sebelah selatan Jogja. Masyarakat di sini hidup dalam damai dan memiliki keramahan yang khas. Atmosfir seni begitu terasa di Yogyakarta. Malioboro, yang merupakan urat nadi Yogyakarta, dibanjiri barang kerajinan dari segenap penjuru. Musisi jalanan pun selalu siap menghibur pengunjung warung-warung lesehan.

 

Yogyakarta

Gunung Merapi waktu senja kelihatan dari Kota Magelang

 

Sebagian besar perekonomian di Yogyakarta disokong oleh hasil cocok tanam, berdagang, kerajinan perak, kerajinan wayang kulit, dan kerajinan anyaman.

 

Merupakan pemandangan yang biasa ketika anda sampai di Stasiun Yogyakarta atau di halte khusus tempat perhentian bus-bus pariwisata, anda akan disambut oleh banyak tukang becak. Mereka akan mengantarkan anda ke tempat tujuan mana saja yang layak untuk anda nikmati seperti toko baju, toko bakpia, mal, atau sekadar membeli cinderamata. Anda pun akan heran setelah tukang becak itu mengajak anda berkeliling kota seharian, mereka hanya akan meminta bayaran yang rendah. Mengapa bisa demikian? Ternyata mereka juga sudah mendapat bagian dari mengantarkan anda ke toko-toko tadi.

 

Yogyakarta

 Toko Oleh Oleh di Kota Magelang, Jogja

 

 

Yogyakarta masih sangat kental dengan budaya Jawanya.  Seni dan budaya merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan kerna itu sejak masih kanak-kanak sampai dewasa, masyarakat Yogyakarta sering menyaksikan dan mengikuti berbagai acara kesenian dan budaya. Bagi masyarakat Yogyakarta, di mana setiap tahapan kehidupan mempunyai arti tersendiri, tradisi adalah sebuah hal yang penting dan masih dilaksanakan sampai saat ini.  Kesenian yang dimiliki masyarakat Yogyakarta sangatlah beragam terangkai indah dalam sebuah upacara adat.  Kesenian khas di Yogyakarta antara lain adalah kethoprak, jathilan, dan wayang kulit.

 

Saya ke Jogja sesudah tiga bulan berlakunya gempa bumi di Pengandaran dan Bantul.  Masih kelihatan beberapa petugas internasional di Jogja antaranya petugas perubatan dari negara Perancis.  Gempa turutan masih berlaku dalam skala kecil. Malam itu saya pertama kali merasai gempa.  Walaupun kecil skalanya, namun selepas diberitahu oleh teman ada gempa, saya sempat kaget, maklum aja ketika itu sedang tidur.

 

mamadou

About these ads

4 responses to “Yogyakarta

  1. Jual Oleh Oleh February 7, 2013 at 11:18 am

    nice trip..
    greetings from jogja

  2. Kumpulan Kata Mutiara February 9, 2010 at 3:40 am

    Nice trip:-) Senang melihat Kota Jogja saya yang tercinta direview dengan perspektif pengunjungnya. Salam kenal dari warga Jogja..

  3. mamadou June 5, 2008 at 8:28 am

    Assalamu’alaikum Uncle Awang

    I feel the sentiments of the people of Malaysia. Last night browsed the malaysian blogs. Almost all blogs say something about petrol price hike. Last week the minister said, the price to be increased in August but then on Tuesday, PM will announce new price on Wednesday…..to me with the new price more people will be included in miskin category. More NPL’s for the monthly salaried workers, more crime………….Very tough. I have seen in Indonesia when I was there. the government just increase the petrol price in October 2005, that first time ever in 5 years…….but president SBY has introduced BLT Bantuan Langsung Tunai for the poor people, every month the poor then queue to cash the coupon, then orang tak miskin pun dapat…….banyak lagi impact yang terlihat.

    Anyway thousand thanks for your visit and compliments.

  4. uncleawang June 5, 2008 at 5:16 am

    Salam mamadou,
    Very interesting subject to read I mean about places you visited.
    Lain pulak di Malaysia I think you pun dah baca pasal petrol naik harga.
    btw have a nice day.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 243 other followers

%d bloggers like this: