Yesterday I went to Kati.Kati is a town in the region of Koulikoro, and the nearest town from Bamako which about 15 kilometers away north of Bamako.Kati situated en route to another town Kolokani, Kayes and neighbouring countries frontier, Senegal and Guinee. Kati known for the place for army as their camp and hospital situated here.
On every Thursday and Sunday there is a Day Market here in Kati.The Day market here is not much different from our Pasar Tani.All the farmers and traders find these two days are the best day to promotes and sells their products.Farmers will sell their agriculture product from fruits, vegetables, fire woods, goats, chicken, clothes etc.
On my may to Kati I saw many stalls set up by the roadside selling mangoes, so in Kati Day Market.Now is the mangoes season.
Stalls selling mangoes by the road side to Kati
The farmers selling their mangoes in Kati’s Day Market
Griffe Mango
Americain Mango
Noungourouni Mango
Djembeleni Mango
Various type of Mangoes and the price is FCFA 500 (Euro 0.76) for one basket
I was in Timbuktu early of this month. This is how they served mango to me when I was in my tour guide’s house.He invited me to visit his family and then served with lunch and mangoes.It is so delicious!!!
Puncak adalah nama sebuah daerah wisata pegunungan yang termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur. Daerah ini dikenal sebagai tempat peristirahatan penduduk kota Jakarta dan perkebunan teh yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda. Keindahan daerah ini memukau Presiden Soekarno, sehingga ia membangun sebuah restoran untuk menikmati keindahan alam Puncak, yang kemudian diberi nama Restoran Riung Gunung. Selain itu, terdapat juga tempat-tempat rekreasi dan agrowisata yang indah, antara lain Gunung Mas dan Gantole
Masjid Atta’awun
Masjid Atta’awun, sebuah masjid yang indah.Suasana yang damai serta udara yang nyaman dan dingin membuatkan anda terasa ingin lama beriktikaf disini.
Taman Bunga Nusantara
Taman Bunga Nusantara adalah sebuah taman bunga seluas 23 hektar yang terletak dekat Gunung Gede Pangrango dan Kebun Teh Bogor dengan jarak tempuh sekitar 2 jam perjalanan dari Jakarta. Di taman ini disimpan berbagai tipe bunga dan tanaman, dalam hal ini terutama budi daya anggrek. Diperkirakan ada sekitar 2000 jenis anggrek yang dirawat di tempat ini.
Di tempat ini terdapat juga fasilitas hiburan untuk anak-anak berupa minicar, restaurant dan juga permainan ketangkasan.Diresmikan pertama kali oleh ibu Tien Soeharto pada 10 September 1995
Pihak pengelola taman juga mencoba menata lanskap seluas 23 hektar ini dengan mendesain taman-taman khusus. Maka terhamparlah Taman Air, Taman Mawar, Taman gaya Prancis, Taman gaya Amerika, Taman Palem, Taman gaya Bali, Taman gaya Mediteranian, Taman Bugenvil, atau Taman gaya Jepang. Selain rumah kaca seluas 2.300 m2.
Taman gaya Perancis
Taman gaya Bali
Antara pelbagai jenis bunga yang anda bisa lihat
Taman Kaktus
Taman Palma
Menara Pandang
Habis itu cobalah naik ke Menara Pandang. Anda bisa menikmati indahnya karunia Tuhan yang tak terkirakan dari ketinggian 28 m.
Dari atas menara pandang akan terlihat pemandangan alam yang sungguh indah.Kelihatan juga bundaran bunga dan taman ‘labyrinth’
Taman gaya Jepang
Jika sudah capek menyusuri setiap sudut Taman Bunga Nusantara, Anda boleh melepas lelah sambil menikmati santap siang di tepian Danau Angsa di kedai-kedai penjual makanan dan minuman, atau di Restoran Saung Aki. “Mau minum apa Pak? Kopi, teh atau teh hijau Jenggot?”
Bunga adalah pelipur lara, penyejuk jiwa.Juga lambang persahabatan, keagungan, dan cinta.
“Flowers has spoken to me more than I can tell in the written words. They are the hieroglyphics of angel, loved by all men for the beauty of their character, though few can decipher even fragments of their meaning” – Lydia M. Child
Saya memulakan perjalanan wisata ke Kota Bogor dari Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Di Pasar Minggu saya menaiki kereta api listrik. Perjalanan yang hemat, sambil menikmati pemandangan perkampungan sepanjang perjalanan itu.
Stasiun kereta api Pasar Minggu
Satu dari stasiun kereta api dalam perjalanan ke Bogor.
Kota Bogor.
Kota Bogor, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terletak 54 km sebelah selatan Jakarta, dan wilayahnya berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor. Luasnya 21,56 km², dan jumlah penduduknya 834.000 jiwa. Bogor dikenal dengan julukan kota hujan, karena memiliki curah hujan yang sangat tinggi. Kota Bogor terdiri atas 6 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 68 kelurahan. Pada masa kolonial Belanda Bogor dikenal dengan nama Buitenzorg (berarti “tanpa kecemasan” atau “aman tenteram”).
Monumen Kujang, Bogor. Puncak monumen melambangkan senjata tradisional Bogor “Sang Kujang”.
Hari jadi Kabupaten Bogor dan Kota Bogor diperingati setiap tanggal 3 Juni, karena tanggal 3 Juni 1482 merupakan hari penobatan Prabu Siliwangi sebagai raja dari Kerajaan Pajajaran.
Bogor (berarti “enau”) telah amat terkenal dijadikan pusat pendidikan dan penelitian pertanian nasional. Di sinilah berbagai lembaga dan balai-balai penelitian pertanian dan biologi berdiri sejak abad ke-19. Institut Pertanian Bogor, berdiri sejak awal abad ke-20.
Bangunan gereja yang bersejarah.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bogor.
Kedudukan geografi Kota Bogor di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor serta lokasinya yang dekat dengan ibukota negara, Jakarta, membuatnya strategis dalam perkembangan dan pertumbuhan kegiatan ekonomi. Kebun Raya dan Istana Bogor merupakan tujuan wisata yang menarik. Kedudukan Bogor di antara jalur tujuan Puncak/Cianjur juga merupakan potensi strategis bagi pertumbuhan ekonomi.
Sebagian dari Kota Bogor.
Angkotan siap membawa anda ke destinasi. ” Mau kemana Pak, Ciliwung, Cimanggis?”
Beberapa tempat menarik di Kota Bogor, di antaranya adalah:
Istana Bogor.
Istana Bogor merupakan salah satu dari enam Istana Presiden Republik Indonesia yang mempunyai keunikan tersendiri dikarenakan aspek historis, kebudayaan, dan fauna yang menonjol. Salah satunya adalah adanya rusa-rusa yang indah yang didatangkan langsung dari Nepal dan tetap terjaga dari dulu sampai sekarang.
Institut Pertanian Bogor yang terkenal
Institut Pertanian Bogor
Institut Pertanian Bogor (Bogor Agricultural University) adalah sebuah perguruan tinggi pertanian negeri yang berkedudukan di Bogor. IPB adalah lembaga pendidikan tinggi pertanian yang secara historis merupakan bentukan dari lembaga-lembaga pendidikan menengah dan tinggi pertanian serta kedokteran hewan yang dimulai telah pada awal abad ke-20 di Bogor. Sebelum Perang Dunia II, lembaga-lembaga pendidikan menengah tersebut dikenal dengan nama Middelbare Landbouw School, Middelbare Bosbouw School dan Nederlandsch Indiche Veeartsen School. IPB melepaskan diri dari Universitas Indonesia (UI) pada tanggal 1 September 1963.
Dramaga.
Dramaga terletak di bagian barat dari kota, sekitar 12 Km dari pusat Kota Bogor. Wilayah Dramaga merupakan sentra pruduksi manisan basah dan kering, baik itu dari buah-buahan seumpama pala, mangga, jambu batu, kemang, pepaya, kweni, salak, kedondong, atau caruluk maupun dari bahan sayuran seperti wortel, labu siam, pare, lobak, bligo, serta ubi jalar).
Kota Bogor juga banyak Factory Outlet (FO) dari pakaian hingga barangan dari kulit. Tapi yang tak terlepas dari pandangan ialah untuk menjamu selera dengan Es Cendol.
Kebun Raya Bogor.
Ketika VOC bangkrut pada awal abad kesembilan belas, wilayah nusantara dikuasai oleh Inggris di bawah kepemimpinan Gubernur Jendral Thomas Rafless yang merenovasi Istana Bogor dan membangun tanah di sekitarnya menjadi Kebun Raya (Botanical Garden). Di bawah Rafless, Bogor juga ditata menjadi tempat peristirahatan yang dikenal dengan nama Buitenzoorg yang diambil dari nama salah satu spesies palem.
Kebun Raya Bogor adalah sebuah kebun penelitian besar yang luasnya mencapai 80 hektar dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan. Saat ini Kebun Raya Bogor ramai dikunjungi sebagai tempat wisata.Di sekitar Kebun Raya Bogor tersebar pusat-pusat keilmuan yaitu Herbarium Bogoriense, Museum Zoologi, dan IPB.
‘Eh, Ibu udah mahu pulang?’
Taman Topi
Awalnya Taman Topi bernama Taman Kebon Kembang tempat orang berwisata, namun pada tahun 1980-an taman ini berubah fungsi menjadi terminal angkutan kota karena letaknya yang strategis di muka Stasiun Bogor. Terminal tersebut kemudian direnovasi menjadi Taman Topi yang mengusung konsep Bangunan berbentuk Topi, merupakan salah satu alternatif tempat berwisata.
Stasiun kereta api Bogor yang penuh sejarah.
Stasiun Bogor.
Stasiun Bogor adalah stasiun kereta api di Kota Bogor, Indonesia yang dibangun pada tahun 1881.Di stasiun Bogor ditemukan Kereta Rel Listrik (KRL) yang melayani komuter kawasan Jabodetabek.Selain itu dapat ditemukan Kereta Rel Diesel (KRD) yang melayani rute Sukabumi-Bogor. Stasiun ini disibukkan oleh komuter dari Bogor menuju ke Depok dan Jakarta maupun dari Sukabumi.
Ketika perjalanan pulang terlihat Seniman Tua ini menggesek violin lagu ‘Bengawan Solo’. Alangkah syahdu dan indah melodinya.
This year seems that the rainy seasons come a little early than usual. Normally rainy seasons start around June. However for the past three weeks, we receives rain at least twice a week. Last night also rain heavily at 8pm for one hour then drizzling until midnight.